Tampilkan postingan dengan label International Football. Tampilkan semua postingan
Satu tahun, dua kali mati. Mungkinkah?
Di bawah pimpinan Pep Guardiola dan dengan gaya bermain tiki-taka yang diterapkan oleh nama yang sama, FC Barcelona merasakan kejayaan dengan menguasai Eropa dan dunia. Empat belas gelar juara di tingkat domestik, kontinental, dan dunia adalah bukti nyata. Hebatnya, gaya bermain ini pun mampu membawa kejayaan untuk Tim Nasional Spanyol. Dua gelar juara Eropa pada tahun 2008 dan 2012, serta gelar juara Piala Dunia pertama untuk Spanyol pada tahun 2010 seolah menegaskan bahwa tiki-taka adalah rahasia keberhasilan dalam menguasai dunia.

Begitukah adanya? Bisa jadi. Namun jika pernyataan tersebut diucapkan di hadapan para pendukung Tim Nasional Belanda, maka Anda akan ditertawakan. Kecerdasan Louis van Gaal tak hanya mampu meredam kekuasaan tiki-taka, namun lebih dari itu. Belanda bahkan bisa sampai menghancurkan Spanyol dengan skor 5-1. Hebatnya, mereka melakukannya setelah terlebih dahulu tertinggal. Apakah kemenangan Belanda tersebut menjadi bukti bahwa tiki-taka telah mati? Apakah hal ini menjadi pertanda bahwa Spanyol telah habis?

Berkaca kepada Barcelona, jawabannya seharusnya ya. Di akhir kepemimpinan Pep, di musim terakhirnya di Barcelona, ia hanya berhasil menyumbang satu gelar saja. Sebuah pertanda. Diteruskan oleh Tito Vilanova, Barcelona tetap berhasil menjadi juara walau hanya di La Liga saja. Di Eropa, tiki-taka mereka dihancurkan oleh kegemilangan Bayern München dan manager mereka kala itu, Jupp Heynckes. Pertanda lainnya.
Ketakutan para pendukung Barcelona akan berakhirnya sebuah era akhirnya terbukti. Musim 2013/14, bersama Tata Martino, Barcelona tak mendapatkan gelar apapun. Lengkap sudah bukti yang menyebutkan bahwa tiki-taka telah mati. Mereka yang masih optimis, bagaimanapun, berkeras bahwa harapan masih ada. Harapan berjuluk La Furia Roja yang akan berlaga di Piala Dunia. Harapan yang, setelah melihat pertandingan pertama pemikulnya, memudar perlahan.

Tiki-taka Barcelona mati di tahun ini. Bukan tak mungkin hal yang sama juga akan terjadi kepada Tim Nasional Spanyol. Masih terlalu dini, memang, untuk mengklaim bahwa Spanyol tak bisa menjadi juara dan berkuasa lagi. Toh pada tahun 2010, mereka juga memulai Piala Dunia dengan sebuah kekalahan. Kita hanya tinggal menunggu hasil pastinya saja. Hasil yang mungkin baru akan kita dapatkan pada 13 Juli. Atau, bisa jadi, lebih cepat dari itu. Siapa yang tahu...
Memungkinkan Brasil, Italia dan Inggris berada dalam satu grup
FIFA secara mengejutkan membuat sistem baru pengundian Piala Dunia Brasil 2014. Pengundian yang akan dilakukan di Bahia pada Jumat (6/12) ini memperkenalkan “Pot X” sebagai sistem baru pengundian. Untuk tahu apa itu pot X, kita perlu tahu latar belakang dipakainya sistem ini.
Di Piala Dunia kali ini, ada 13 negara Eropa yang berpartisipasi, 4 di antaranya sudah masuk pot 1. Sembilan negara lainnya sedianya akan dimasukkan ke pot 4. Namun karena 1 pot berisi 8 negara, maka FIFA melakukan pengundian awal. Pengundian awal ini akan menentukan mana 1 dari 9 negara Eropa itu yang akan dipindahkan ke pot 2 yang berisi 5 negara asal CAF (Afrika) dan 2 non-unggulan asal CONMEBOL (Amerika Selatan).
Nah “Pot X” ini berisi negara-negara CONMEBOL yang berada di pot 1. Brasil, Argentina, Kolombia dan Uruguay akan diundi mana yang akan bergabung dengan dengan tim Eropa yang dipindahkan ke pot 2. Hal ini untuk menghindari ada 3 negara Eropa dalam 1 grup.
Karena pengundian tim Eropa mana yang akan dipindah ke pot 2 berlangsung random, maka tak menutup kemungkinan akan ada grup yang berisi Brasil, Italia dan Inggris. Hal ini sebenarnya di luar kebiasaan FIFA. Pada Piala Dunia 2006, dengan jumlah partisipan Eropa yang sama yakni 13, Serbia-Montenegro yang saat itu memiliki peringkat terendah langsung dipindahkan ke pot 2. Di 2014 ini, Perancis yang seharusnya ada di posisi itu. Namun peraturan baru FIFA ini malah diterapkan dan memungkinkan 3 raksasa akan bertempur sejak fase grup.
Brasil, Italia dan Perancis berada satu Grup.
Setelah berhasil lolos putaran final, 32 tim kontestan Piala Dunia 2014 masih harap-harap cemas. Undian grup Piala Dunia akan digelar di Mata de Sao Joao, Bahia pada Jumat (6/12), hal ini akan menentukan apakah mereka ada di grup neraka atau tidak. Sistem undian Piala Dunia menggunakan sistem unggulan, 32 negara dibagi dalam 4 pot. Pot 1 diisi tuan rumah dan 7 negara dengan peringkat FIFA terbaik. Ketiga pot berdasarkan konfederasi asal dan juga peringkat FIFA.
Dengan ketentuan tim dari konfederasi yang sama tak berada dalam satu grup (kecuali Eropa), berikut beberapa kemungkinan hasil undian, dari grup neraka sampai grup empuk.
Pot 1
Tuan rumah Brasil bersama Argentina, Kolombia, Uruguay, Spanyol, Jerman, Belgia dan Swiss memiliki kesempatan berada di grup empuk andai satu grup dengan Kamerun, Australia dan Bosnia-Herzegovina (negara yang disebut duluan berada di pot 2, 3 dan 4 begitu seterusnya).
Pot 2
Pot ini terdiri dari tim-tim dari konfederasi CAF (Afrika), non unggulan CONMEBOL (Amerika Selatan) dan satu negara Eropa yang berada di POT 4. Kamerun, Nigeria, Algeria, Ghana, Pantai Gading, Ekuador dan Chili.
Pot 3
Berisikan tim-tim dari konfederasi AFC (Asia) dan CONCACAF (Amerika Utara, Tengah dan Karibia), terdiri dari Jepang, Iran, Korea Selatan, Australia, Amerika Serikat, Meksiko, Honduras dan Kosta Rika. Skenario terburuk penghuni pot ini adalah berada satu grup dengan Brasil, Pantai Gading dan Belanda.
Pot 4
Terdiri dari Negara-negara konfederasi UEFA: Belanda, Italia, Inggris, Portugal, Yunani, Kroasia, Rusia dan Bosnia-Herzegovina serta Perancis. Satu negara dari POT ini akan diundi untuk masuk ke POT 2.
Semua menjadi menarik tergantung negara mana yang diundi masuk ke POT 2 dari POT 4. Jika salah satu dari Belanda, Italia, Inggris, Portugal atau Perancis, tentu makin membuat favorit dari POT 1 ketar-ketir.






